Sengketa hak kekayaan intelektual kembali mencuat di ekosistem pengembangan game, kali ini melibatkan TiMi Studio dan aset digital dari game Rust.
PUNGGAWATECH, Industri pengembangan game kembali dihadapkan pada isu sensitif seputar kepemilikan aset digital. Setelah kontroversial plagiarisme visual dalam proyek Marathon mengguncang komunitas developer, kini muncul kasus serupa yang melibatkan game tactical shooter Delta Force.
Deteksi Anomali pada Trailer Game
Alistair McFarlane, Chief Operating Officer dari Facepunch Studios—studio di balik game survival populer Rust—menemukan kejanggalan pada material promosi terbaru Delta Force. Dalam analisisnya, McFarlane mengidentifikasi model 3D bom C4 yang menampilkan kemiripan visual hingga tingkat detail yang mencurigakan dengan aset proprietary milik timnya.
Penemuan ini bukan hasil kebetulan semata. McFarlane melakukan verifikasi mendalam dengan membandingkan elemen-elemen teknis seperti topology mesh, texture mapping, dan detail geometri yang menunjukkan kesamaan identik—indikasi kuat bahwa aset tersebut merupakan hasil karya seniman 3D internal Rust yang di-repurpose tanpa otorisasi.
Transparansi Melalui Platform Digital
Memanfaatkan jangkauan media sosial, McFarlane membuat thread komparatif di Twitter (kini X) yang memvisualisasikan bukti-bukti teknis side-by-side. Postingan tersebut segera viral dan memicu diskusi luas tentang etika dalam pipeline produksi game, terutama terkait penggunaan aset pihak ketiga.
Screenshot perbandingan yang diunggah menampilkan kesamaan pada:
- Struktur wireframe dan polygon count
- Pola UV mapping
- Detail tekstur hingga level mikro
- Proporsi dan dimensi model yang presisi


Tinggalkan Balasan