Teknologi yang kini menjadi kebutuhan sehari-hari ini ternyata berawal dari penelitian astronomi yang tidak disengaja
PUNGGAWATECH, Bayangkan hidup tanpa WiFi—tidak bisa membuka YouTube, scrolling media sosial, atau bekerja dari rumah. Kini WiFi sudah seperti udara, ada di mana-mana dan menjadi kebutuhan primer masyarakat modern. Namun, tahukah Anda bagaimana teknologi revolusioner ini ditemukan?
Berawal dari Penelitian Lubang Hitam
Kisah WiFi dimulai dari tempat yang tak terduga: lembaga riset Australia bernama CSIRO (Commonwealth Scientific and Industrial Research Organisation). Di akhir 1980-an, Dr. John O’Sullivan, seorang ahli astrofisika, tengah meneliti sinyal dari lubang hitam di luar angkasa.
Tujuan awalnya bukanlah menciptakan internet nirkabel, melainkan mendeteksi sinyal lemah dari luar angkasa yang sering terganggu oleh noise. Untuk mengatasi masalah ini, O’Sullivan mengembangkan rumus matematika khusus agar sinyal dapat dibersihkan dan dikirim dengan lebih akurat.
Tanpa disadari, teknik inilah yang kemudian menjadi fondasi teknologi WiFi—metode mengirim data melalui udara dengan stabil.
Dari Astronomi ke Teknologi Komunikasi
Pada awal 1990-an, tim peneliti menyadari bahwa metode O’Sullivan bisa diaplikasikan untuk mengirim data komputer tanpa kabel. CSIRO kemudian mengembangkan sistem yang memungkinkan komputer saling terhubung melalui gelombang radio.
Hasilnya luar biasa. Data dapat dikirim dengan cepat tanpa kabel panjang dan tetap stabil. Pada 1992, mereka mematenkan temuan tersebut—cikal bakal WiFi modern.
Perjuangan paten tidak berhenti di situ. Pada 2009, CSIRO memenangkan gugatan internasional melawan perusahaan teknologi raksasa seperti Intel dan HP yang terbukti menggunakan teknologi tersebut tanpa izin. CSIRO akhirnya menerima kompensasi sekitar $400 juta.
Lahirnya Nama “WiFi”
Di tahun 1997, Institute of Electrical and Electronics Engineers (IEEE) merilis standar pertama dengan nama teknis yang sangat panjang: IEEE 802.11b Direct Sequence. Nama ini jelas tidak marketable.
Pada 1999, sejumlah perusahaan teknologi membentuk WiFi Alliance dan menyewa perusahaan branding profesional Interbrand untuk menciptakan nama yang lebih menarik. Lahirlah nama “WiFi”—singkat, mudah diucapkan, dan terdengar modern.
Yang menarik, WiFi bukanlah singkatan dari apapun. Banyak orang mengira WiFi adalah kependekan dari “Wireless Fidelity” karena mirip dengan istilah “High Fidelity” di dunia audio. Namun menurut Phil Belanger, salah satu pendiri WiFi Alliance, WiFi murni nama merek buatan, bukan akronim teknis.
Untuk keperluan pemasaran, mereka menambahkan slogan “The Standard for Wireless Fidelity” yang justru memicu kesalahpahaman hingga kini.
Revolusi Konektivitas Global
Begitu nama WiFi diluncurkan, teknologi ini meledak dengan cepat. Pada era 2000-an, kafe, hotel, kampus, dan bandara mulai memasang WiFi hotspot. Apple turut mempopulerkan WiFi melalui laptop iBook G3 dengan fitur AirPort—sistem WiFi bawaan pertama di laptop konsumen.
Iklan Apple yang menampilkan orang berinternet di taman atau kafe terasa sangat futuristik pada masanya. Sejak itu, istilah “WiFi Zone” menjadi pemandangan umum di mana-mana.
Evolusi Kecepatan WiFi
Teknologi WiFi terus berkembang pesat:
- WiFi 1 (1999): 11 Mbps
- WiFi 4 (2009): 300 Mbps
- WiFi 5 (2014): 1 Gbps
- WiFi 6 (2019): hingga 9 Gbps
- WiFi 7 (2024): hingga 46 Gbps
Dari yang awalnya butuh 10 menit untuk mengunduh film, kini hanya perlu beberapa detik.
Masa Depan WiFi dan Internet of Things
WiFi 7 yang kini mulai diimplementasikan mampu menghubungkan ratusan perangkat sekaligus tanpa penurunan performa. Ini membuka jalan bagi era Internet of Things (IoT), di mana kulkas, lampu, AC, kamera, bahkan oven dapat terhubung dan dikendalikan dari smartphone.
Warisan yang Tak Terduga
Dr. John O’Sullivan sendiri tidak pernah menyangka penelitiannya tentang lubang hitam akan mengubah dunia. Ia hanya ingin menangkap sinyal dari luar angkasa, namun temuannya justru membuka jalan bagi revolusi komunikasi nirkabel di bumi.
Kini, berkat ide dan kerja kerasnya, miliaran orang di seluruh dunia dapat terkoneksi tanpa batas. WiFi bukan sekadar teknologi—ia adalah simbol kebebasan digital yang menghubungkan manusia di seluruh penjuru dunia.
Dan semua itu bermula dari seorang ilmuwan yang hanya ingin mendengarkan suara dari bintang-bintang.


Tinggalkan Balasan