BERITA TERKINI
PUNGGAWANETWORK

Produk pertama mereka sama sekali tidak glamor: sebuah mikrofon. Namun kualitasnya berbicara sendiri. Mikrofon buatan Ikiko Denki dikenal awet dan andal, membuat perusahaan ini perlahan menemukan tempatnya di industri.

Pada 1959, nama perusahaan berganti menjadi AIWA Co. Ltd — lebih ringkas, lebih mudah diucapkan secara global. Dan lima tahun berselang, tonggak sejarah pun ditancapkan. Pada 1964, AIWA merilis tape recorder kaset pertama yang diproduksi di dalam negeri Jepang, dengan seri model TP-707. Inovasi itu mengubah cara orang Jepang — dan kemudian dunia — merekam dan menikmati suara.

Ketika Sony Mengulurkan Tangan

Menjadi inovator ternyata tidak serta-merta menjamin kelangsungan finansial. Memasuki akhir era 1960-an, AIWA membutuhkan suntikan modal besar untuk membiayai riset dan pengembangan. Di sinilah babak mengejutkan dimulai: yang datang sebagai penyelamat adalah tetangga sekaligus raksasa industri, Sony.

Pada 1969, Sony mengakuisisi 54,6 persen saham AIWA, menjadikannya secara teknis anak perusahaan. Namun alih-alih menelannya bulat-bulat, Sony membiarkan AIWA tetap beroperasi mandiri — mendesain, memproduksi, dan memasarkan produknya sendiri. Keputusan ini kelak melahirkan persaingan unik yang sulit dijelaskan: sebuah induk perusahaan yang harus bersaing di pasar melawan anak perusahaannya sendiri.