BERITA TERKINI
PUNGGAWANETWORK

PUNGGAWATECH, JENEWA — Mimpi para alkemis abad pertengahan yang selama berabad-abad dianggap mustahil kini menemukan pembuktiannya di laboratorium paling canggih di muka bumi. Para ilmuwan yang tergabung dalam eksperimen A Large Ion Collider Experiment (ALICE) di fasilitas Large Hadron Collider (LHC) milik CERN, Swiss, secara tidak sengaja berhasil mengubah timbal menjadi emas — bukan melalui ramuan misterius, melainkan lewat tumbukan partikel berkecepatan mendekati cahaya.

Temuan yang dilaporkan The Independent pada Kamis, 2 April ini memang bukan emas batangan yang bisa langsung dicetak. Jumlah emas yang dihasilkan amat sangat kecil, yakni hanya sekitar 29 sepertriliun gram. Meski demikian, secara ilmiah pencapaian ini membuka lembaran baru dalam pemahaman manusia tentang transformasi unsur-unsur kimia di tingkat subatomik.

Eksperimen ALICE sejatinya dirancang untuk tujuan yang jauh lebih besar dari sekadar menghasilkan logam mulia. Para peneliti sedang berupaya merekonstruksi kondisi alam semesta sesaat setelah peristiwa Dentuman Besar atau Big Bang, dengan cara menumbukkan inti-inti atom timbal satu sama lain pada kecepatan yang nyaris menyamai kecepatan cahaya di dalam terowongan bawah tanah sepanjang 27 kilometer.

Secara kimiawi, perbedaan antara timbal dan emas sebenarnya hanya terletak pada jumlah proton di dalam inti atomnya. Timbal memiliki tiga proton lebih banyak dibandingkan emas. Artinya, secara teori, jika tepat tiga proton berhasil dilepaskan dari inti timbal, maka unsur yang tersisa adalah emas murni.