BERITA TERKINI
PUNGGAWANETWORK

Persoalannya, melepaskan proton dari inti atom bukanlah perkara sederhana. Proton terikat sangat kuat oleh gaya nuklir, sehingga diperlukan medan listrik yang luar biasa besar untuk mencabutnya — diperkirakan sekitar sejuta kali lebih kuat dibandingkan medan listrik yang menghasilkan sambaran petir di atmosfer bumi.

Kondisi ekstrem itulah yang secara tidak sengaja tercipta dalam eksperimen ALICE. Ketika dua inti timbal ditembakkan hampir saling berhadapan namun tidak sepenuhnya bertabrakan — dalam kondisi yang disebut tabrakan nyaris atau near-miss — medan listrik yang terbentuk di antara keduanya menjadi sangat besar dan mampu melepaskan sejumlah proton dari inti atom.

Jika satu proton yang terlepas, timbal akan berubah menjadi talium. Jika dua proton yang tercabut, terbentuk merkuri. Dan jika tepat tiga proton yang terlepas, maka timbal pun bertransformasi menjadi emas.

Para ilmuwan tidak mengamati inti emas itu secara langsung dengan mata maupun kamera. Mereka menggunakan perangkat pendeteksi khusus bernama zero-degree calorimeters untuk menghitung jumlah proton yang terlepas dari inti timbal, kemudian menyimpulkan unsur apa yang terbentuk berdasarkan perhitungan tersebut. Dari analisis itu, diperkirakan sekitar 89.000 inti emas terbentuk setiap detiknya selama eksperimen berlangsung — sebuah angka yang terdengar fantastis, namun tetap menghasilkan massa yang amat tidak signifikan.