Pendiri Moonshot AI, Yang Zhilin, menilai perusahaan-perusahaan teknologi China kini semakin berperan sebagai motor perubahan dalam ekosistem AI global. Ia menyebut keterbukaan dalam berbagi model besar dan inovasi teknologi dapat mempercepat kemajuan global sekaligus memberikan keunggulan kompetitif.

Menurutnya, pengembangan AI kini memasuki fase baru yang sangat bergantung pada infrastruktur komputasi berskala besar. Ia memperkenalkan konsep “pabrik token”, yakni integrasi pusat data, chip, dan sistem AI untuk memproses data dalam jumlah masif. Dalam jangka panjang, kata Yang, faktor penentu bukan lagi sekadar kecanggihan model, melainkan kemampuan membangun infrastruktur komputasi dan energi secara cepat dan efisien.

Sementara itu, data dari OpenRouter menunjukkan model AI China melampaui Amerika Serikat dalam penggunaan global selama tiga pekan berturut-turut. Pekan lalu, model AI China mencatat 7,359 triliun token—melonjak hampir 57 persen dibanding pekan sebelumnya—sementara model AS berada di angka 3,536 triliun token.

Di sisi inovasi, Wakil Direktur Jenderal World Intellectual Property Organization, Wang Binying, menyebut China menjadi negara pertama yang melampaui 5 juta paten penemuan domestik. Bahkan, lebih dari 40 persen pengajuan paten AI generatif global berasal dari China.

Langkah membuka akses riset ini dinilai sebagai strategi Beijing untuk memperluas pengaruh teknologi sekaligus mempercepat inovasi global di era kompetisi digital yang semakin intens.