BERITA PARTNER
PUNGGAWANETWORK

PUNGGAWATECH, CHINA – Chatbot berbasis kecerdasan buatan besutan perusahaan teknologi asal China, DeepSeek, mencatatkan insiden gangguan operasional paling serius sepanjang sejarah layanannya. Kejadian ini menyita perhatian luas di tengah antusiasme dunia terhadap pesatnya perkembangan teknologi AI generatif yang datang dari Asia Timur.

Mengacu pada laman status resmi DeepSeek, platform chatbot tersebut dinyatakan mengalami major outage dengan durasi tujuh jam tiga belas menit. Gangguan berlangsung sejak dini hari dan baru pulih pada pukul 10.33 waktu setempat. Selama rentang waktu tersebut, jutaan pengguna tidak dapat mengakses layanan utama, termasuk fitur percakapan langsung dengan model-model andalan yang selama ini menjadi daya tarik utama platform.

Insiden ini sekaligus menjadi yang terburuk sejak DeepSeek merilis dua model unggulannya, yakni DeepSeek R1 dan DeepSeek V3, yang sempat menjadi perbincangan hangat di seluruh dunia dan memicu lonjakan pengguna secara masif. Sebelum kejadian ini, gangguan pada halaman chatbot untuk pengguna umum tidak pernah melampaui batas dua jam, sehingga durasi pemadaman kali ini dianggap jauh melampaui ambang batas yang biasa.

Sayangnya, pihak DeepSeek tidak merilis pernyataan resmi mengenai akar penyebab gangguan tersebut. Secara teknis, insiden semacam ini lazimnya dipicu oleh sejumlah faktor, mulai dari kegagalan server, lonjakan beban trafik yang tidak tertangani, hingga munculnya bug dari proses pembaruan sistem yang tidak berjalan semestinya.