Meski demikian, banyak organisasi di dalam negeri dinilai belum sepenuhnya siap. Tantangan utama mencakup keterbatasan platform untuk mengelola aplikasi dan data dalam kerangka kedaulatan digital, termasuk integrasi teknologi AI serta pemenuhan standar kepatuhan yang terus berkembang.

Dalam konteks ini, kedaulatan digital tidak lagi dapat ditunda. Perusahaan dituntut untuk memiliki kendali penuh atas data, infrastruktur, dan inovasi mereka. Tanpa itu, risiko kehilangan otonomi strategis menjadi semakin besar di tengah persaingan global.

Implementasi kedaulatan digital diyakini dapat memberikan sejumlah manfaat, mulai dari penguatan kontrol terhadap data dan sistem, kepastian kepatuhan regulasi, hingga peningkatan daya saing berbasis teknologi seperti AI dan cloud. Selain itu, pendekatan ini juga membuka peluang bagi fleksibilitas operasional dan ketahanan terhadap berbagai risiko global.

General Manager dan Technology Leader Asia dari IBM, Catherine Lian, menyatakan bahwa Indonesia saat ini berada pada titik krusial dalam perjalanan digitalnya.

“Indonesia berada pada momen penting dalam perjalanan digitalnya. Dengan memimpin dalam kedaulatan digital dan memperkuat kemitraan lintas batas, kita dapat membangun fondasi digital yang terpercaya untuk mendorong inovasi, memperkuat ketahanan, dan membuka peluang baru,” ujarnya.