Hasilnya? Salah satu peluncuran paling memalukan dalam sejarah Google. Jawaban salah dalam demo publik tersebar ke mana-mana, saham jatuh, reputasi hancur, dan tekanan untuk mengganti CEO semakin keras.

Restrukturisasi Radikal: Lahirnya Google DeepMind

Kejadian memalukan itu memaksa Google berbenah dengan cepat. Dalam waktu relatif singkat, mereka melakukan restrukturisasi besar-besaran. Google Brain dan DeepMind—dua tim AI terbesar mereka—digabungkan menjadi satu entitas bernama Google DeepMind yang lebih terfokus, lebih ramping, dan lebih agresif.

Di bawah kepemimpinan Demis Hasabis, birokrasi dipangkas dan ritme inovasi dipercepat.

Langkah strategis berikutnya muncul pada akhir 2023: peluncuran Gemini. Model ini secara resmi menggantikan Bard dan langsung menjadi pusat integrasi AI di seluruh ekosistem Google. Gemini mulai ditanamkan ke Search, Gmail, hingga YouTube, membuat AI bukan sekadar chatbot, tetapi bagian alami dari aktivitas miliaran pengguna setiap hari.

Dengan strategi ini, Google tidak sekadar menyaingi OpenAI—mereka mengubah cara AI hadir dalam produk yang sudah menjadi kebiasaan banyak orang.