Para analis memprediksi bahwa pertarungan AI kelas atas akan sangat ditentukan oleh siapa yang sanggup menghabiskan uang paling banyak. Empat raksasa—Google, Meta, Microsoft, dan Amazon—diperkirakan menghabiskan total hingga $380 miliar tahun ini untuk belanja teknologi.
Bahkan ada pandangan bahwa model AI pada akhirnya bisa menjadi komoditas dengan kualitas yang hampir setara dari beberapa pemain besar. Bagi Google, ini berarti mereka harus terus menggandakan kapasitas server setiap 6 bulan agar Gemini dapat berjalan stabil.
Meskipun TPU mereka mulai banyak dibicarakan, Nvidia masih menguasai lebih dari 90% pasar chip AI.
Tiga Langkah Kunci untuk Bertahan
Agar kebangkitannya tidak terhenti di tengah jalan, Google perlu melakukan tiga langkah penting:
Pertama, memperkuat pengalaman pengguna. Gemini tidak boleh hanya terlihat hebat di benchmark, ia harus terasa sangat membantu dalam kehidupan sehari-hari. Integrasi ke Gmail, Search, dan YouTube harus membuat pengguna merasa bahwa AI adalah asisten alami, bukan fitur tambahan.
Kedua, memperluas ekosistem. Gemini harus menjadi platform yang membuka peluang kolaborasi dengan developer dan perusahaan lain. Dengan memberikan alat, API, dan insentif menarik, Google bisa menciptakan jaringan inovasi berbasis Gemini yang semakin sulit disaingi.


Tinggalkan Balasan