BERITA TERKINI
PUNGGAWANETWORK

Dalam pengujiannya, Zack Nelson bahkan menyebut konsep rollable ini lebih menarik dibanding ponsel lipat yang ada saat ini. Namun, tantangan utama tetap ada pada aspek ketahanan. Layar berbahan plastik masih rentan terhadap goresan dan tekanan, masalah yang juga sempat dialami generasi awal perangkat foldable sebelum hadirnya teknologi pelindung yang lebih kuat.

Menariknya, setelah proses teardown selesai, perangkat ini masih dapat dirakit kembali tanpa kerusakan berarti. Hal ini menjadi indikasi bahwa rancangan teknik LG Rollable sudah cukup matang untuk diproduksi massal.

Kemunculan perangkat ini memunculkan pertanyaan besar di industri: bagaimana jika LG tetap bertahan di pasar smartphone? Di tengah minimnya inovasi desain dalam beberapa tahun terakhir, konsep rollable dinilai berpotensi menjadi evolusi berikutnya setelah era foldable.

Hingga saat ini, belum ada produsen yang benar-benar merilis ponsel rollable secara komersial. Sebagian besar masih sebatas purwarupa di pameran teknologi.



Follow Widget