- 1. Intentional Innovation: Inovasi Harus Dirancang dengan Sengaja
- 2. Outcome-Driven Innovation: Dari Seremoni Menuju Hasil Nyata
- 3. Competition-Based Innovation: Kompetisi Sebagai Pintu Masuk Ide
- 4. AI-Powered Innovation: Dari Efisiensi Menuju Inovasi Produk
- 5. Strategy-Led Innovation: Inovasi dan Strategi Menyatu
- Langkah Praktis untuk Pemimpin
3. Competition-Based Innovation: Kompetisi Sebagai Pintu Masuk Ide
Sejak awal 2000-an, hackathon internal berkembang menjadi kompetisi terbuka dan kolaborasi eksternal. Lego Ideas, P&G Connect and Develop, Shell GameChanger, BMW Startup Garage, Samsung C-Lab—semuanya menunjukkan pola yang sama.
Kompetisi menjadi pintu masuk ide yang kemudian disambung dengan pilot, inkubasi, dan bahkan peluncuran produk.
Di Indonesia, tren ini tumbuh pesat. Banyak BUMN, perusahaan swasta, dan organisasi besar menjadikannya agenda rutin. Kompetisi inovasi mudah dipahami, mudah dijalankan, dan efektif membuka partisipasi luas.
Dua Jenis Kompetisi
Namun, kompetisi inovasi tidak semuanya sama. Ada yang berfokus pada kultur—membangun kebiasaan berinovasi, menyasar banyak karyawan, atau menciptakan energi organisasi. Tapi ada juga yang berfokus pada bisnis dengan tema yang spesifik, seleksi ketat, dan hasil yang terukur.
Agar kompetisi tidak berhenti sebagai acara yang meriah tetapi kosong tindak lanjut, perusahaan perlu menautkannya dengan agenda bisnis. Tema harus selaras dengan prioritas perusahaan, dan ide pemenang harus memiliki jalur yang jelas—apakah masuk pilot, diteruskan ke unit bisnis, atau masuk inkubasi.
Tanpa jalur ini, kompetisi hanya memicu antusiasme sesaat. Dengan jalur yang jelas, kompetisi menjadi sumber ide hidup yang memberi nilai nyata.


Tinggalkan Balasan