4. AI-Powered Innovation: Dari Efisiensi Menuju Inovasi Produk

Tren ini pertumbuhannya paling cepat. Data McKinsey menunjukkan bahwa pada 2024, sekitar tiga perempat perusahaan global sudah menggunakan AI di setidaknya satu fungsi bisnis. Penggunaan generative AI melonjak drastis dari sepertiga perusahaan pada 2023 menjadi dua pertiga pada 2024, dan terus naik.

Meski adopsi meluas, hanya sebagian kecil perusahaan yang benar-benar bisa memanfaatkan AI untuk inovasi bernilai tinggi—untuk produk baru, layanan cerdas, atau model bisnis yang baru.

Adopsi AI di Indonesia

Indonesia mengikuti pola yang mirip. Laporan AWS mencatat bahwa adopsi AI mencakup 18 juta bisnis, naik hampir setengah hanya dalam satu tahun. Penggunaan terbanyak masih pada fungsi dasar, tapi perusahaan besar mulai naik level.

Sekitar 41% perusahaan besar sudah mengadopsi AI, dan sebagian berhasil meluncurkan inovasi berbasis AI. Ada kelompok yang lebih maju dan mulai memakai AI untuk efisiensi skala besar atau pengembangan produk.

Tiga Tahap Perjalanan AI

Secara umum, perjalanan AI di perusahaan bergerak dalam tiga tahap:

  1. Tahap pertama: Penggunaan untuk pekerjaan rutin—otomatisasi tugas administratif atau proses yang berulang
  2. Tahap kedua: Akselerasi produktivitas lewat analisis data dan otomatisasi keputusan
  3. Tahap ketiga (paling strategis): Menggunakan AI sebagai mesin inovasi—menciptakan produk baru, layanan yang lebih cerdas, atau model bisnis baru

Banyak perusahaan Indonesia masih berada di dua tahap awal. Untuk naik kelas, perusahaan membutuhkan arah strategis yang jelas, fondasi data yang kuat, tim yang kompeten, dan ruang eksperimen yang aman.

Tanpa semua ini, AI hanya akan menjadi alat efisiensi, bukan sumber pertumbuhan.