Chris Sonderby, Wakil Presiden sekaligus Wakil Penasihat Hukum Utama Meta, menyampaikan apresiasinya terhadap kerja sama lintas negara ini. “Kami bangga dapat bermitra dengan Kepolisian Kerajaan Thailand, FBI, Satuan Tugas Scam Center dari Departemen Kehakiman Amerika Serikat, serta lembaga penegak hukum lainnya dari berbagai negara untuk memerangi jaringan penipuan yang semakin canggih ini,” ungkap Chris dalam keterangan resmi yang diterima media, Jumat (13/3).
Menurut Chris, keberhasilan operasi ini membuktikan bahwa pertukaran informasi dan koordinasi yang solid antarlembaga penegak hukum mampu menghasilkan dampak nyata dalam memberantas kejahatan siber hingga ke akar permasalahannya.
Meta menegaskan komitmen jangka panjangnya dalam perang melawan penipuan digital tidak akan surut. Perusahaan akan terus mengucurkan investasi besar-besaran untuk pengembangan teknologi keamanan dan memperluas jaringan kemitraan strategis guna memastikan mereka selalu unggul selangkah di depan para pelaku kejahatan.
Sementara itu, dari pihak Polri, Brigadir Jenderal Polisi Roberto G.M. Pasaribu selaku Direktur Kejahatan Siber di Kepolisian Daerah Metro Jaya menyambut baik kolaborasi ini. “Melalui kolaborasi yang berkelanjutan, kami berharap dapat ikut berkontribusi dalam membangun ekosistem digital yang lebih aman dan tangguh bagi masyarakat Indonesia maupun komunitas global,” tegas Roberto.
Operasi gabungan ini menjadi bukti nyata bahwa kejahatan siber tanpa batas geografis memerlukan penanganan kolaboratif lintas negara untuk dapat dilumpuhkan secara efektif.


Tinggalkan Balasan