PUNGGAWATECH, JERMAN – Militer Jerman mulai mengadopsi kecerdasan buatan (AI) sebagai alat strategis untuk mempercepat pengambilan keputusan dalam operasi tempur modern. Teknologi ini dinilai menjadi “senjata tak kasat mata” yang mampu mengolah lonjakan data besar dari drone dan sensor di medan perang.

Kepala Angkatan Darat Jerman, Christian Freuding, menegaskan bahwa AI kini menjadi elemen krusial dalam menganalisis informasi tempur dengan kecepatan jauh melampaui kemampuan manusia. Hal ini menjadi kebutuhan mendesak di tengah pergeseran perang menuju era berbasis data dan informasi.

Image