Meski demikian, ia menekankan bahwa AI hanya berperan sebagai pendukung keputusan. Kendali utama tetap berada di tangan manusia, terutama prajurit yang bertugas langsung di lapangan.
Selaras Standar NATO
Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya Jerman untuk menyesuaikan diri dengan standar NATO yang terus berkembang dalam pemanfaatan teknologi militer.
Freuding membuka peluang penggunaan sistem AI buatan Eropa, namun tidak menutup opsi kerja sama dengan teknologi dari Amerika Serikat yang dinilai lebih matang dari sisi implementasi.
Sebagai perbandingan, militer Amerika Serikat telah lebih dulu mengoperasikan sistem AI seperti Project Maven yang dikembangkan oleh Palantir Technologies. Sistem ini digunakan untuk menganalisis citra dan video dari medan perang guna meningkatkan kesadaran situasional serta mempercepat respons militer.


Tinggalkan Balasan