BERITA TERKINI
PUNGGAWANETWORK

Dimensi kesehatan mental turut menjadi sorotan dalam kebijakan ini. Paparan teknologi digital yang berlebihan, termasuk penggunaan AI tanpa batas, diyakini dapat memicu stres, kecemasan, bahkan kecanduan digital pada anak-anak usia sekolah, terlebih jika tidak diimbangi dengan interaksi sosial yang sehat.

Berkurangnya komunikasi langsung antara siswa dengan guru maupun antarteman sebaya juga menjadi kekhawatiran tersendiri, mengingat interaksi tersebut memiliki peran vital dalam perkembangan emosional dan sosial anak. Lebih jauh, kemudahan akses yang ditawarkan AI dalam memproduksi konten secara instan membuka celah bagi praktik plagiarisme dan pelanggaran etika akademik jika tidak disertai pembentukan kesadaran moral yang kuat.

Dengan diterbitkannya pedoman ini, pemerintah berharap ekosistem pendidikan nasional dapat mengintegrasikan AI secara cerdas dan bermartabat. Teknologi yang terus berkembang ini diharapkan mampu memperkuat, bukan memperlemah, kualitas generasi penerus bangsa.