Prinsip kerja BetaVolt BV100 memanfaatkan proses peluruhan radioaktif di mana isotop nikel-63 bertransformasi menjadi tembaga. Dalam proses ini, partikel elektron dilepaskan dan kemudian ditangkap oleh lapisan semikonduktor berlian ultra-tipis di dalam baterai. Elektron tersebut selanjutnya dikonversi menjadi arus listrik yang stabil.

Selama proses peluruhan masih berlangsung, baterai akan terus memproduksi energi listrik secara konsisten. Mekanisme inilah yang memungkinkan baterai nuklir memiliki masa pakai sangat panjang tanpa memerlukan pengisian ulang.
Tahan Kondisi Ekstrem dan Ramah Lingkungan
Keunggulan lain dari BetaVolt BV100 adalah ketahanannya terhadap kondisi lingkungan ekstrem. Baterai ini mampu berfungsi optimal pada rentang suhu -60 hingga 120 derajat Celsius tanpa risiko terbakar atau meledak, menjadikannya jauh lebih aman dibandingkan baterai konvensional.
Dari aspek lingkungan, teknologi ini juga menawarkan nilai plus. Isotop nikel-63 yang digunakan akan meluruh menjadi tembaga yang stabil, sehingga proses daur ulang baterai menjadi lebih mudah dan ramah lingkungan dibandingkan baterai kimia konvensional.


Tinggalkan Balasan