Samsung, Hyundai, LG, dan SK Group mempercepat pergantian pemimpin dengan eksekutif muda—bukan karena tren, tapi demi bertahan hidup
PUNGGAWATECH, KOREA – Percepatan regenerasi kepemimpinan besar-besaran kini sedang mengguncang Korea Selatan. Di balik nama-nama raksasa seperti Samsung, Hyundai, LG, dan SK Group, sedang terjadi pergantian pemain dalam skala yang jarang terjadi sebelumnya.
Bukan cuma satu dua kursi direksi yang berubah, tapi gelombang penyegaran yang merambah ke banyak lini bisnis sekaligus—dari elektronik, otomotif, baterai, hingga semikonduktor.
Masalahnya, perubahan ini terjadi justru di saat tekanan global sedang ganas-ganasnya.
Tekanan dari Segala Arah
Dari Amerika Serikat, Apple dan Tesla terus melaju dengan inovasi yang mengubah peta persaingan. Dari China, Huawei dan Xiaomi menekan dengan teknologi canggih dan harga super kompetitif. Dari Taiwan, TSMC menguasai semikonduktor—jantung dari hampir semua produk teknologi.
Di saat yang sama, teknologi baru seperti kecerdasan buatan dan kendaraan otonom datang sebagai gelombang disrupsi yang tak bisa dihindari.
Di tengah badai itu, chaebol—istilah untuk konglomerat raksasa Korea Selatan yang biasanya dimiliki atau dikendalikan oleh keluarga pendiri—tidak punya banyak pilihan selain berubah lebih cepat.


Tinggalkan Balasan