Refleksi Personal untuk Setiap Pemimpin

Pada akhirnya, setiap pemimpin punya masa. Tidak ada satu pun dari kita yang akan memimpin selamanya. Tantangannya bukan sekadar seberapa jauh kita membawa organisasi saat ini, tapi seberapa siap organisasi melanjutkan perjalanan setelah kita.

Di titik inilah makna regenerasi menjadi sangat personal: berani atau tidaknya kita berbagi ruang, berbagi pengetahuan, dan berbagi kesempatan dengan generasi berikutnya.

Jika Anda adalah pemimpin saat ini, mungkin pertanyaan yang perlu mulai diajukan bukan lagi “siapa yang paling loyal di sekitar saya,” tapi “siapa yang paling siap saya latih untuk menggantikan saya.”

Jika Anda bagian dari generasi muda, tugas Anda bukan hanya menunggu kesempatan, tapi aktif membangun kapabilitas, integritas, dan kesiapan untuk memimpin ketika pintu itu terbuka.

Kesimpulan

Jadilah pemimpin di level manapun Anda hari ini, tapi pikirkan juga siapa yang akan melanjutkan besok. Karena pada akhirnya, masa depan organisasi, perusahaan, bahkan negara akan ditentukan oleh sejauh mana kita menyiapkan regenerasi hari ini.

Dan mungkin seperti chaebol-chaebol di Korea, kita juga akan sampai pada titik di mana keberanian untuk berubah lebih cepat menjadi penentu: terus memimpin atau pelan-pelan ditinggalkan.