Perspektif Siklus Hidup Perusahaan

Kalau kita lihat dari kacamata siklus hidup perusahaan, apa yang terjadi di Korea Selatan sebenarnya sangat logis. Dalam perjalanan panjang sebuah perusahaan, biasanya ada tiga fase utama: pertumbuhan, kematangan, lalu penurunan.

Di fase pertumbuhan, perusahaan agresif, berani ambil risiko, mengejar pasar, dan berinovasi tanpa henti. Sementara di fase kematangan, perusahaan sudah dominan, punya pangsa pasar besar, dan mulai menghadapi tekanan dari pemain baru dan perubahan pasar.

Kalau di fase ini perusahaan tidak melakukan pembaruan, maka mereka pelan-pelan masuk ke fase penurunan.

Chaebol di Persimpangan Jalan

Chaebol seperti Samsung, Hyundai, LG, dan SK telah melewati fase pertumbuhan yang sangat intens, terutama setelah Perang Korea. Mereka bertumbuh lewat investasi besar-besaran di teknologi, ekspansi global, dan agresif menguasai pasar dunia.

Kini mereka berada di fase kematangan: besar, kuat, tapi dikepung kompetitor dari segala arah.

Apple dan Tesla terus mendorong batas inovasi di elektronik dan otomotif. Perusahaan Eropa seperti Volkswagen semakin serius di mobil listrik. China dengan Huawei dan Xiaomi menekan di elektronik, sementara TSMC berdiri kokoh di semikonduktor.

Di fase inilah mereka dipaksa memilih: mempertahankan pola lama dan perlahan turun, atau melakukan strategic renewal (pembaruan strategis) yang menyentuh sampai ke kursi-kursi puncak.