Regenerasi sebagai Pembaruan Strategis

Regenerasi kepemimpinan adalah bagian penting dari pembaruan ini. Dengan mengangkat pemimpin muda yang lebih dekat dengan teknologi terbaru, lebih paham dunia digital, dan punya wawasan global, mereka berharap bisa mempercepat inovasi dan membuka peluang di sektor-sektor baru seperti kendaraan otonom dan energi terbarukan.

Dalam kultur chaebol, ini bukan hal yang kecil. Banyak perusahaan ini dibangun oleh generasi pertama dan kedua dengan cara yang sangat berbeda: fokus pada pertumbuhan agresif, keputusan terpusat, dan struktur yang sangat hierarkis.

Kini tongkat estafet banyak yang sudah berada di tangan generasi ketiga dan keempat—lebih muda, sering berpendidikan di luar negeri, dan sangat menyadari betapa cepatnya disrupsi teknologi.

Masa ini adalah titik kritis. Kalau regenerasi berhasil, mereka bisa melompat ke babak baru. Tapi kalau gagal, perusahaan berisiko terjebak di masa lalu.

Tantangan di Balik Layar

Mempercepat regenerasi kepemimpinan di atas kertas terdengar keren dan visioner, tapi praktiknya jauh lebih rumit.