2. Siapkan Pipeline Kepemimpinan Sejak Awal

Perusahaan perlu menyiapkan pipeline kepemimpinan sejak awal, bukan baru panik ketika situasi sudah mendesak. Calon pemimpin masa depan sebaiknya sudah diidentifikasi dan dibina jauh sebelum krisis terjadi.

Mereka diberikan kesempatan memegang berbagai peran, menangani proyek strategis, dan belajar dari dekat bagaimana perusahaan dioperasikan. Dengan begitu, ketika saat regenerasi tiba, organisasi tidak terguncang karena transisi terasa sebagai kelanjutan yang alamiah, bukan loncatan yang mendadak.

3. Regenerasi Bertahap Namun Terarah

Regenerasi harus dilakukan secara bertahap namun terarah. Promosi cepat tanpa pembelajaran berkelanjutan bisa berbahaya. Pemimpin muda butuh proses untuk mengasah diri, menguji gagasan, dan membangun kredibilitas di mata tim.

Mereka juga perlu dukungan struktural: ruang untuk bereksperimen, sistem yang tidak menghukum kegagalan yang masuk akal, dan budaya yang mendorong inovasi.

Kalau struktur organisasi masih menakut-nakuti orang yang mencoba hal baru, maka regenerasi hanya akan menghasilkan pemimpin muda yang berpikir dan bertindak seperti generasi lama.