Dalam kurun waktu enam tahun, konstelasi satelit Starlink telah berkembang pesat dengan jumlah satelit aktif mencapai sekitar 9.500 unit di orbit Bumi. Layanan broadband-nya kini melayani lebih dari sembilan juta pelanggan global, ditambah berbagai kontrak pemerintah dan proyek satelit militer Starshield. Langkah selanjutnya adalah memperluas ekosistem konektivitas ini ke perangkat mobile.

Starship: Kunci Ekspansi Satelit Generasi Baru

Strategi ekspansi Starlink ke perangkat seluler tidak dapat dipisahkan dari pengembangan roket Starship. SpaceX menganggap Starship sebagai kendaraan peluncuran masa depan yang mampu membawa satelit Starlink versi lebih besar dan lebih canggih ke orbit. Satelit generasi mendatang ini diharapkan mampu memancarkan sinyal internet berkecepatan tinggi langsung ke perangkat mobile pengguna.

Elon Musk bahkan mengklaim bahwa setiap peluncuran Starship di masa depan dapat meningkatkan kapasitas total konstelasi Starlink hingga lebih dari 20 kali lipat dibanding teknologi saat ini.

Industri konektivitas direct-to-device memang masih dalam tahap awal, namun para analis memproyeksikan nilai pasarnya bisa mencapai miliaran dolar dalam beberapa tahun mendatang. Pada Oktober 2025, SpaceX tercatat telah mendaftarkan merek dagang “Starlink Mobile” serta mengajukan paten teknologi yang ditujukan untuk meningkatkan kualitas koneksi satelit ke perangkat mobile yang bergerak di permukaan bumi.

Seluruh langkah strategis ini mengarah pada satu visi besar: membangun ekosistem konektivitas satelit yang terintegrasi penuh dengan perangkat konsumen, membuka era baru komunikasi global tanpa batas geografis.