Lebih lanjut, Meutya menyoroti pentingnya adaptasi terhadap tantangan global yang menuntut fleksibilitas dan kolaborasi lintas sektor. Ia mengingatkan seluruh pegawai untuk tetap disiplin, menjaga ritme kerja, dan memperkuat koordinasi meski bekerja dari lokasi berbeda.
Menurutnya, keberhasilan implementasi WFH sangat bergantung pada kepemimpinan yang solid serta komunikasi internal yang selaras di seluruh tingkatan organisasi. Perbedaan semangat kerja antara pimpinan dan staf dinilai dapat menghambat efektivitas kebijakan ini.
“Konsistensi dan keselarasan menjadi kunci. Transformasi digital tidak hanya soal teknologi, tetapi juga budaya kerja yang adaptif dan kolaboratif,” tegasnya.
Dengan pendekatan ini, pemerintah berharap kebijakan WFH tidak hanya menjaga kinerja birokrasi, tetapi juga menjadi katalis percepatan digitalisasi layanan publik di Indonesia.


Tinggalkan Balasan