Juru bicara WhatsApp, Margarita Franklin, menyatakan bahwa perlindungan pengguna menjadi prioritas utama. Selain memberikan peringatan, perusahaan juga tengah mempertimbangkan langkah hukum terhadap pihak yang bertanggung jawab.
Spyware yang ditemukan dalam kasus ini dikenal dengan nama Spyrtacus. Perangkat lunak tersebut tertanam dalam kode aplikasi palsu berbasis sistem operasi iOS dan mampu mengakses data pengguna secara diam-diam.
Sebelumnya, entitas yang sama juga dilaporkan pernah mengembangkan aplikasi palsu yang menyamar sebagai layanan dukungan pelanggan operator seluler, dengan target pengguna perangkat Android. Praktik penyebaran aplikasi berbahaya melalui tautan penipuan yang menyerupai sumber resmi disebut masih kerap terjadi, khususnya di Italia.


Tinggalkan Balasan