Layar seluas 13,2 inci dengan panel IPS LCD beresolusi 2,4K memiliki bezel tipis di keempat sisinya, menghadirkan pengalaman visual yang luas. Namun, beberapa aspek layar masih menyisakan ruang perbaikan. Refresh rate yang terbatas di 60Hz membuat gerakan visual terasa kurang halus, sementara viewing angle yang kurang optimal menghasilkan perubahan warna ketika layar dilihat dari sudut miring.

Kelemahan di Sektor Multimedia

Kejutan kurang menyenangkan datang dari level keamanan Widevine yang masih di L3, bukan L1. Implikasinya, layanan streaming seperti Netflix tidak dapat menampilkan konten dalam kualitas HD. Ditambah lagi, layar tidak mendukung HDR10, menjadi catatan penting bagi konsumen yang mengutamakan pengalaman multimedia berkualitas tinggi.

Performa: Bukan untuk Gaming Berat

Pilihan chipset Snapdragon 685 di tablet berharga nyaris Rp4 juta menuai pertanyaan. Chipset ini secara performa masih berada di bawah MediaTek Helio G100, dengan skor AnTuTu v11 sekitar 500 ribu poin.

Untuk kebutuhan multitasking dan produktivitas sehari-hari, kombinasi RAM 8GB dan storage 256GB UFS 2.2 masih memberikan performa memadai. Namun untuk gaming berat seperti Genshin Impact, tablet ini kewalahan. Mobile Legends masih dapat dimainkan dengan grafis menengah ke bawah, namun game AAA jelas bukan wilayahnya.