PUNGGAWATECH, JAKARTA – Kedaulatan digital dinilai menjadi isu strategis yang semakin mendesak bagi Indonesia di tengah percepatan transformasi ekonomi berbasis teknologi. Perusahaan teknologi global IBM menegaskan bahwa konsep ini kini berkembang jauh melampaui sekadar lokasi penyimpanan data.

Dalam lanskap digital modern, kedaulatan digital mencakup kemampuan organisasi untuk memastikan siapa yang memiliki akses terhadap data, di mana sistem dijalankan, serta bagaimana kepatuhan terhadap regulasi dapat dipantau secara real time. Pendekatan ini menjadi krusial di tengah meningkatnya kompleksitas risiko global dan tuntutan transparansi.

IBM juga menyoroti bahwa kawasan Asia Pasifik tengah memasuki fase transformasi penting. Konvergensi teknologi seperti Artificial Intelligence (AI), hybrid cloud, dan komputasi kuantum mulai mengubah model bisnis secara fundamental, sekaligus mendefinisikan ulang peta persaingan industri.

Namun di sisi lain, dinamika geopolitik global mendorong banyak negara memperketat regulasi terkait lokalisasi data dan kedaulatan teknologi. Hal ini menciptakan tantangan baru bagi perusahaan yang beroperasi lintas negara, terutama dalam menjaga keseimbangan antara inovasi dan kepatuhan.

Bagi Indonesia, urgensi kedaulatan digital semakin relevan mengingat posisinya sebagai salah satu kekuatan utama ekonomi digital di kawasan. Dengan kontribusi sekitar 40 persen terhadap pasar Asia Tenggara, serta didukung oleh ratusan juta pengguna internet, pengelolaan data dan infrastruktur digital menjadi isu strategis nasional.