JAKARTA, PUNGGAWATECH – Sebuah gerakan pengawasan anggaran berbasis kecerdasan buatan tengah menyita perhatian publik. Abil Sudarman, seorang influencer sekaligus aktivis di bidang AI, bersama tim Asai.id meluncurkan sebuah dasbor digital bernama Nemesis yang dirancang untuk mendeteksi kejanggalan dalam pengadaan barang dan jasa pemerintah. Melalui platform yang dapat diakses publik di asai.id, siapa pun kini bisa memeriksa anggaran kementerian, lembaga, hingga pemerintah daerah di seluruh Indonesia.
Cara kerjanya terbilang intuitif. Pengguna cukup memilih nama kementerian, lembaga, kabupaten, atau kota yang ingin ditelusuri, lalu sistem secara otomatis menampilkan daftar paket pengadaan beserta total anggaran yang dialokasikan. Setiap paket diberi label tingkat kejanggalan, mulai dari medium, high, hingga absurd, sebagai penanda seberapa mencurigakan suatu pengeluaran di mata algoritma.
Nemesis diklaim mampu mendeteksi pola-pola belanja yang tidak lazim, seperti yang sempat viral dalam beberapa waktu terakhir, antara lain pengadaan kendaraan mewah senilai Rp 8,5 miliar, sewa akuarium ratusan juta rupiah, hingga pembelian meja biliar seharga Rp 400 juta. Data yang kini tersaji di Nemesis adalah anggaran pengadaan tahun 2026, melengkapi temuan-temuan pengadaan 2025 yang sebelumnya telah lebih dulu ramai diperbincangkan.
Abil menyatakan bahwa ke depannya, kode sumber dan model AI yang mendasari Nemesis akan dirilis secara terbuka agar pemerintah pun dapat menggunakannya sebagai alat deteksi dini sebelum suatu pengadaan resmi diajukan. Harapannya, tidak ada lagi kasus anggaran janggal yang baru diketahui pejabat terkait setelah telanjur viral di media sosial.


Tinggalkan Balasan