Langkah Amazon ini mencerminkan pergeseran besar dalam industri telekomunikasi global. Perang orbit sedang berlangsung, bukan hanya antara Amazon dan SpaceX, tetapi juga melibatkan pemain-pemain lain yang berlomba menyediakan konektivitas dari luar angkasa. Pertanyaannya bukan lagi soal apakah teknologi ini akan mengubah dunia, melainkan seberapa cepat perubahan itu akan tiba.
Dengan total 5.105 satelit baru yang dimohonkan izinnya, ditambah ratusan satelit yang sudah mengangkasa, Amazon sedang membangun sebuah ekosistem konektivitas yang—jika berhasil—akan menempatkan mereka di jantung infrastruktur digital global untuk beberapa dekade ke depan.
FAQ
Apa itu teknologi direct-to-device yang dikembangkan Amazon?
Teknologi direct-to-device memungkinkan ponsel dan perangkat lain terhubung langsung ke satelit tanpa memerlukan menara seluler. Teknologi ini sangat berguna di wilayah terpencil atau saat infrastruktur komunikasi darat mengalami gangguan.
Kapan layanan satelit Amazon ini akan bisa digunakan publik?
Pembangunan jaringan direct-to-device dijadwalkan dimulai pada 2028, setelah proses akuisisi Globalstar selesai pada 2027. Sementara itu, layanan internet satelit pita lebar tahap awal dari proyek terpisah Amazon diperkirakan mulai tersedia pada akhir tahun ini.
Bagaimana posisi Amazon dibandingkan Starlink dalam persaingan internet satelit?
Amazon masih berada di posisi mengejar. Starlink milik SpaceX telah lebih dulu beroperasi dengan ribuan satelit aktif dan sudah menjalin kemitraan dengan T-Mobile untuk layanan direct-to-device di AS. Amazon baru menempatkan lebih dari 390 satelit dan menargetkan layanan komersial dalam waktu dekat.


Tinggalkan Balasan