PUNGGAWATECH, JAKARTA – Platform game global Roblox menyatakan kesiapan untuk mematuhi kebijakan baru pemerintah Indonesia terkait perlindungan pengguna anak. Langkah ini diambil seiring diberlakukannya Peraturan Pemerintah (PP) TUNAS yang mulai efektif dalam waktu dekat.

Kebijakan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah, melalui Kementerian Komunikasi dan Digital, untuk membatasi akses media sosial bagi pengguna di bawah usia 16 tahun. Indonesia mengikuti langkah sejumlah negara, termasuk Australia, dalam memperketat regulasi ruang digital bagi anak.

Dalam pernyataan resminya, Kepala Petugas Keamanan Roblox, Matt Kaufman, mengungkapkan bahwa perusahaan akan menyesuaikan sistem keamanan platform sesuai dengan regulasi yang berlaku di Indonesia. Penyesuaian ini mencakup penguatan kontrol terhadap konten serta sistem komunikasi di dalam gim.

“Kami akan segera memperkenalkan kontrol tambahan pada konten dan komunikasi untuk pemain di bawah usia 16 tahun di Indonesia,” ujar Kaufman dalam keterangannya, sebagaimana dikutip dari Reuters.

Sebagai bagian dari implementasi kebijakan tersebut, Roblox juga akan meningkatkan sistem moderasi untuk mencegah penyebaran konten berbahaya, sekaligus menciptakan lingkungan digital yang lebih aman bagi pengguna muda. Langkah ini dinilai penting mengingat Indonesia merupakan salah satu pasar dengan basis pemain aktif yang besar bagi Roblox.

Perusahaan menegaskan komitmennya untuk bekerja sama dengan pemerintah Indonesia dalam menerapkan aturan ini. Roblox juga menilai regulasi tersebut sejalan dengan upaya mereka dalam menyediakan ruang digital yang positif untuk belajar, berkreasi, dan berinteraksi secara aman.

PP TUNAS sendiri resmi berlaku mulai 25 Maret dan tidak hanya menyasar Roblox. Sejumlah platform besar lainnya seperti YouTube, TikTok, Instagram, Facebook, Threads, X, hingga Bigo Live juga akan terdampak aturan serupa, dengan kewajiban membatasi akses bagi pengguna di bawah usia 16 tahun.

Dengan implementasi kebijakan ini, pemerintah berharap ekosistem digital di Indonesia dapat menjadi lebih aman, khususnya bagi anak dan remaja yang merupakan kelompok paling rentan terhadap paparan konten negatif di internet.