BERITA TERKINI
PUNGGAWANETWORK

Cakupan geografis 6G pun jauh lebih ambisius. Tidak seperti jaringan sebelumnya yang berfokus pada daratan, 6G dirancang menjangkau wilayah udara, maritim, dan bahkan antariksa. Inilah yang menjadikan teknologi ini lebih dari sekadar evolusi teknis: ia adalah lompatan konseptual dalam cara manusia mendefinisikan konektivitas.

MIIT telah memulai langkah konkret sebelum program percontohan ini. Pada awal Mei lalu, kementerian tersebut menyetujui penggunaan spektrum uji coba pada pita frekuensi 6 GHz untuk keperluan pengembangan 6G. Persetujuan itu diberikan kepada IMT-2030 (6G) Promotion Group, kelompok yang dibentuk MIIT sejak Juni 2019 sebagai wadah kolaborasi antara industri, perguruan tinggi, dan lembaga riset China.

Kelompok itu kini berwenang menjalankan uji coba 6G di sejumlah wilayah terpilih. Uji coba diarahkan mengikuti skenario utama dan indikator kinerja yang ditetapkan oleh International Telecommunication Union, badan telekomunikasi internasional di bawah Perserikatan Bangsa-Bangsa.

MIIT menegaskan bahwa mereka akan terus memantau perkembangan uji coba dan siap menyesuaikan rencana bila diperlukan. Fleksibilitas ini menunjukkan bahwa China tidak sedang bermain-main dengan jadwal, sekaligus menyadari betapa kompleksnya tantangan teknis yang harus diatasi sebelum 6G benar-benar siap dikomersialkan.

Bagi industri global, langkah China ini adalah sinyal yang tidak bisa diabaikan. Negara-negara yang terlambat berinvestasi dalam infrastruktur 6G berisiko kehilangan posisi strategis dalam ekonomi digital dekade mendatang. Manufaktur, transportasi, pelabuhan, layanan publik, hingga pertahanan semuanya akan bergantung pada kematangan teknologi ini.



Follow Widget