BERITA TERKINI
PUNGGAWANETWORK

PUNGGAWATECH, Perusahaan industri pertahanan milik negara, China North Industries Group Corp, mulai menawarkan robot tempur berkaki empat ke pasar internasional. Mengutip laporan China Daily, inovasi ini dikembangkan sebagai bagian dari modernisasi teknologi militer berbasis otomatisasi.

Dalam pengembangannya, tim insinyur menjuluki perangkat ini sebagai “serigala robot”. Manajer proyek di Institut Riset Otomasi perusahaan tersebut, Zeng Kan, mengungkapkan bahwa terdapat tiga varian utama: Yuxue untuk misi serangan, Anying untuk pengawasan dan pengintaian, serta Jidi untuk dukungan logistik.

Robot-robot ini dirancang dengan struktur kokoh, sistem kecerdasan buatan, serta kemampuan tempur tinggi. Baterainya dapat diganti dengan cepat dan mampu beroperasi hingga dua jam dalam satu siklus. Selain itu, perangkat ini sanggup bergerak di berbagai medan ekstrem, mulai dari tangga, permukaan berbatu, pegunungan, hingga area berpasir.

Dari sisi performa, robot mampu membawa beban hingga 25 kilogram dan melintasi rintangan setinggi 30 sentimeter. Kecepatan maksimumnya mencapai 15 kilometer per jam. Teknologi navigasinya memungkinkan robot memetakan area, menyusun rute, serta menghindari hambatan secara otomatis setelah menerima perintah.

Robot ini juga dirancang untuk tetap berfungsi dalam kondisi suhu ekstrem dan ketinggian hingga 5.000 meter. Dalam operasionalnya, perangkat dapat bekerja secara mandiri maupun berkoordinasi dalam tim dengan pertukaran data secara real-time.

Untuk kebutuhan tempur, robot dapat dipasangi berbagai sistem persenjataan, seperti senapan otomatis, rudal mikro, hingga peluncur granat. Meski demikian, kendali akhir tetap berada di tangan manusia. Setelah target teridentifikasi, robot akan mengirimkan data kepada operator dan menunggu persetujuan sebelum melakukan serangan.

Penggunaan platform darat nirawak sendiri bukan hal baru bagi militer China. Dalam parade militer di Beijing tahun lalu, Tentara Pembebasan Rakyat telah memamerkan generasi terbaru robot berkaki empat yang kini disebut telah diuji dalam latihan tempur perkotaan.

Riset pengembangan robot ini dimulai sejak 2020, dengan prototipe pertama diperkenalkan pada pameran persenjataan domestik akhir 2022. Pengamat industri pertahanan, Wu Peixin, menilai teknologi ini memiliki keunggulan signifikan dalam perang modern, khususnya di wilayah urban.

Menurutnya, robot tempur dapat menggantikan peran prajurit dalam misi berisiko tinggi seperti pengintaian jarak dekat, sehingga berpotensi mengurangi korban jiwa. Jika dikombinasikan dengan drone, sistem ini bahkan dapat membentuk jaringan pengintaian dan serangan tiga dimensi yang lebih efektif.