BERITA TERKINI
PUNGGAWANETWORK

PUNGGAWATECH, Meta Platforms tengah menjajaki model bisnis baru melalui Instagram dengan meluncurkan uji coba fitur berlangganan premium yang menawarkan sejumlah keistimewaan eksklusif bagi penggunanya. Langkah ini merupakan bagian dari strategi besar perusahaan untuk mendiversifikasi aliran pendapatan yang selama ini bertumpu hampir sepenuhnya pada bisnis iklan digital.

Dalam skema berlangganan yang sedang diuji tersebut, pengguna berbayar akan mendapatkan akses ke sejumlah fitur khusus pada layanan Stories Instagram. Di antaranya adalah kemampuan menonton Stories milik pengguna lain secara anonim tanpa meninggalkan jejak tontonan, keleluasaan membuat daftar audiens tanpa batasan jumlah, serta opsi untuk memperpanjang masa tayang Stories hingga 24 jam tambahan. Hal ini menjadi nilai tambah signifikan mengingat Stories yang biasanya akan otomatis lenyap setelah 24 jam merupakan salah satu fitur paling banyak digunakan di platform tersebut.

Juru bicara Instagram membenarkan uji coba ini dalam pernyataannya, seraya menegaskan bahwa tujuan dari pengujian tersebut adalah untuk memahami fitur-fitur mana yang paling bernilai di mata pengguna dalam sebuah paket premium. Saat ini, uji coba sedang bergulir di sejumlah negara, termasuk Meksiko, Jepang, dan Filipina, dengan kisaran harga berlangganan hanya beberapa dolar per bulan sebagaimana dilaporkan pertama kali oleh TechCrunch.

Ini bukan kali pertama Meta bereksperimen dengan model berlangganan. Selama beberapa tahun terakhir, perusahaan telah mencoba berbagai pendekatan, termasuk fitur yang memungkinkan pengguna memberikan dukungan finansial langsung kepada kreator konten favorit mereka. Lebih jauh, Meta juga mengonfirmasi pada Februari lalu bahwa pihaknya tengah mengkaji kemungkinan menghadirkan layanan serupa untuk Facebook dan WhatsApp.

Tren ini sejatinya tidak hanya terjadi di Meta. Raksasa media sosial lain yang juga mengandalkan iklan sebagai sumber utama pendapatan, seperti Snap Inc. dan platform X yang kini berada di bawah kendali Elon Musk, telah lebih dulu merambah ke model berlangganan berbayar. Langkah tersebut dinilai mampu melengkapi pendapatan iklan sekaligus menghadirkan arus kas yang lebih stabil dan dapat diprediksi dalam jangka panjang.