Meski regulasi internasional untuk kendaraan udara jenis ini belum terbentuk secara menyeluruh, Jepang tidak menunggu. Negeri Sakura itu telah lebih dulu merancang standar keselamatannya sendiri, mulai dari persyaratan performa baterai hingga kewajiban membawa jaket pelampung untuk penerbangan di atas perairan. Langkah antisipatif ini menempatkan Jepang pada posisi strategis untuk turut memimpin pembentukan kerangka regulasi operasional komersial taksi terbang di tingkat global.
Komitmen ini juga tercermin dari kebijakan industri yang lebih luas. Pada 2025, pemerintahan Perdana Menteri Takaichi secara resmi memasukkan sektor penerbangan dan antariksa ke dalam daftar 17 sektor strategis prioritas nasional, menegaskan bahwa langit bukan lagi batas, melainkan arena persaingan baru yang sedang diperebutkan.


Tinggalkan Balasan