PUNGGAWATECH – Ricky, seorang lulusan Universitas Indonesia (UI) jurusan Ilmu Komputer angkatan 2019, berhasil membuktikan bahwa talenta Indonesia mampu bersaing di panggung global. Kini berusia 27 tahun, pria yang dibesarkan di keluarga sederhana di Jakarta ini telah menapaki karier cemerlang dengan penghasilan mencapai ratusan juta rupiah per bulan.

Perjalanan Karier yang Mengesankan

Perjalanan karier Ricky dimulai ketika ia lulus UI pada 2019 dengan gaji perdana Rp50 juta per bulan dari Shopee Singapura. Angka tersebut setara dengan 5.000 dolar Singapura pada masa itu. “Waktu itu kurs dolar Singapura masih sekitar Rp10.000. Kalau dihitung dengan kurs sekarang, nilainya sudah mencapai Rp60 juta,” ungkapnya.

Yang lebih mencengangkan, dalam tempo dua tahun, gajinya melonjak hampir dua kali lipat menjadi 9.000 dolar Singapura. Kenaikan tersebut belum termasuk bonus tahunan hingga tiga bulan gaji dan kompensasi saham perusahaan yang nilainya mencapai 70-80% dari total penghasilannya.

Setelah mengabdi selama 3,5 tahun di Shopee, Ricky menjajal berbagai perusahaan teknologi ternama. Ia sempat bergabung dengan Indit (perusahaan asal AS), TikTok, hingga kini bekerja secara remote di perusahaan teknologi AS bernama Abnormal dengan gaji setara standar engineer Amerika Serikat.

Berawal dari Keterbatasan Ekonomi

Latar belakang Ricky jauh dari kata istimewa. Ayahnya yang mengalami gangguan pendengaran bekerja sebagai pedagang ikan hias setelah terkena dampak krisis ekonomi 1998. “Keluarga saya bukan dari kalangan mampu. Saya bersekolah di SD dan SMP Galatia, SMA Budi Mulia – sekolah-sekolah biasa yang jauh dari kategori unggulan,” kenangnya.

Keterbatasan ekonomi justru menjadi pemicu semangat Ricky. Sejak semester pertama kuliah, ia terpaksa mencari magang untuk membiayai kuliah karena uang SPP semester berikutnya harus ia tanggung sendiri. “Saya tidak punya pilihan. Kalau tidak magang, saya tidak bisa bayar kuliah,” terangnya.

Strategi Jitu Menembus Perusahaan Global

Kesuksesan Ricky bukan kebetulan semata. Ia menerapkan strategi terukur yang dapat ditiru oleh pencari kerja lainnya:

1. Persiapan Sejak Dini

Selama kuliah, Ricky menjalani tujuh kali program magang di berbagai perusahaan – mulai dari startup hingga korporasi besar. Pengalaman ini membekalinya dengan keterampilan teknis dan jaringan profesional yang luas.

2. Pendekatan Agresif dalam Melamar

Ketika mendekati kelulusan, Ricky mengajukan ratusan aplikasi pekerjaan. Tidak berhenti di situ, ia juga menghubungi langsung rekruter dan petinggi perusahaan melalui LinkedIn. “Dari ratusan pesan yang saya kirim, hanya satu yang membalas – rekruter Shopee. Tapi satu itu cukup untuk mengubah hidup saya,” ujarnya.

3. Membangun Resume yang Menarik

Ricky selalu memastikan resume-nya mencantumkan bukti konkret kemampuan teknis yang dibutuhkan perusahaan. Setiap kali menemukan persyaratan pekerjaan, ia membuat proyek pribadi untuk mendemonstrasikan kemampuannya di bidang tersebut.

Membuka Peluang bagi Talenta Indonesia

Pengalaman Ricky membuktikan bahwa peluang bekerja di luar negeri terbuka lebar, tidak hanya untuk insinyur perangkat lunak. Menurut pengamatannya, banyak warga Indonesia yang berkarier sukses di Singapura sebagai perawat, akuntan, konsultan, bahkan pengacara.

“Singapura membutuhkan tenaga kerja terampil karena angka kelahiran mereka yang rendah. Mereka harus mengimpor talenta dari Indonesia, Filipina, Thailand, dan Vietnam. Kuncinya adalah memiliki keterampilan yang sulit ditemukan di populasi lokal mereka,” jelasnya.

Sebagai contoh, seorang perawat berpengalaman dari Indonesia bisa mendapatkan gaji di atas 4.000 dolar Singapura per bulan – setara Rp50 juta lebih dengan kurs saat ini. Angka tersebut bisa lima kali lipat dari gaji perawat di Indonesia.

Membantu Generasi Berikutnya

Tidak lupa dengan perjuangan masa lalunya, Ricky kini aktif berbagi pengalaman melalui konten media sosial dan program mentoring. Salah satu kesuksesannya adalah membantu pasangannya – kini istrinya – yang berhasil mendapat tawaran magang dari Facebook UK dan Microsoft AS saat masih semester empat di UI.

“Tujuan saya adalah mendidik mereka yang tidak memiliki akses terhadap informasi ini. Banyak orang tua tidak tahu bagaimana mengarahkan anak-anak mereka karena mereka sendiri tidak pernah mengalaminya,” katanya.

Ricky menekankan pentingnya persiapan sejak dini. Menurutnya, orang tua harus mulai mempersiapkan masa depan anak sejak tingkat sekolah dasar dengan memilih sekolah berkualitas, jurusan yang tepat, dan membangun keterampilan yang dibutuhkan pasar kerja global.

Rahasia Kemajuan Karier

Ketika ditanya kunci sukses dalam pengembangan karier, Ricky menjawab dengan tegas: “Ownership – rasa kepemilikan terhadap pekerjaan.”

“Posisikan diri Anda sebagai pemilik perusahaan, bukan sekadar karyawan. Jangan pernah berkata ‘ini bukan tugas saya’. Ketika Anda memiliki mentalitas pemilik, Anda akan berusaha menyelesaikan masalah dengan cara apa pun, mengutamakan kualitas, dan memastikan pelanggan puas,” paparnya.

Ia mengakui bahwa terkadang kerja keras tidak langsung dihargai oleh perusahaan saat itu. Namun, prestasi dan pengalaman yang terkumpul akan tercatat dalam resume dan menjadi nilai jual ketika melamar pekerjaan berikutnya.

Keunggulan Kompetitif Indonesia

Ricky melihat beberapa keunggulan yang dimiliki pekerja Indonesia dibanding negara lain:

Pertama, penggunaan alfabet Latin membuat aksen bahasa Inggris orang Indonesia relatif mudah dipahami dibanding pekerja dari Vietnam, Thailand, atau China. Kedua, budaya ramah dan kemampuan beradaptasi orang Indonesia sangat dihargai di lingkungan kerja internasional.

“Dalam wawancara kerja, orang Indonesia seringkali yang pertama kali membuka percakapan dan mencairkan suasana. Ini keunggulan besar karena interview pada dasarnya adalah percakapan – apakah pewawancara akan nyaman bekerja dengan Anda atau tidak,” jelasnya.

Namun, ia juga mengidentifikasi kelemahan umum pelamar Indonesia: terlalu rendah diri. “Banyak yang berkata ‘saya tidak yakin’ atau ‘saya tidak begitu tahu’ padahal mereka sudah mengerjakan proyeknya dari awal hingga akhir. Ini mengurangi kepercayaan pewawancara terhadap kemampuan mereka,” tegasnya.

Momen Paling Berkesan

Bagi Ricky, kesuksesan finansial bukan sekadar angka di rekening bank. Tanggal 8 Mei 2023 menjadi momen tak terlupakan ketika ia pertama kali mengajak kedua orang tuanya berlibur ke Hong Kong – pengalaman pertama mereka ke luar negeri.

“Kami menginap di hotel bintang lima, menonton kembang api di Disneyland. Adik saya berkata ‘Terima kasih, Kak. Saya tidak akan pernah melupakan ini.’ Saat itu saya merasa telah mengubah kehidupan keluarga saya,” kenangnya dengan mata berkaca-kaca.

Pencapaian lainnya adalah pernikahan di hotel bintang lima pada 15 Desember 2024 – impian masa kecilnya ketika pernah menjadi penjaga bunga di pernikahan orang lain. “Saat itu saya tidak pernah membayangkan bisa menikah di tempat yang sama karena latar belakang keluarga kami,” ujarnya.

Pesan untuk Generasi Muda

Ricky menutup dengan pesan inspiratif bagi generasi muda Indonesia: “Jangan berhenti hanya karena ditolak ratusan kali. Anda hanya butuh satu perusahaan yang menerima untuk mengubah hidup Anda. Persiapkan diri dengan keterampilan yang dibutuhkan, bangun jaringan profesional, dan jangan takut bermimpi besar.”

Ia juga menekankan pentingnya memilih jalur karier yang tepat sejak awal. “Universitas yang baik, jurusan yang tepat, dan pengalaman praktis sejak dini akan membuka pintu peluang yang lebih luas. Ini bukan hanya tentang gelar, tapi tentang membangun fondasi karier yang kuat,” pungkasnya.

Kisah Ricky membuktikan bahwa dengan kombinasi keterampilan yang tepat, kerja keras, dan strategi yang terukur, talenta Indonesia mampu bersaing dan meraih kesuksesan di kancah global – bahkan dengan latar belakang seadanya sekalipun.