BERITA TERKINI
PUNGGAWANETWORK

JAKARTA, PUNGGAWATECH – Polri resmi menggelar Training of Trainers (ToT) Program Paham Artificial Intelligence 2026—sebuah langkah ambisius untuk membentengi jutaan pelajar Indonesia dari ancaman penyalahgunaan kecerdasan buatan sebelum teknologi itu lebih dulu membentuk mereka.

Kepala Biro Teknologi Komunikasi Divisi Teknologi Informasi Polri, Brigjen Pol. Indarto, menegaskan bahwa urgensi program ini bukan sekadar soal literasi digital. Para pelajar, menurutnya, kini berada di persimpangan: bisa menjadi korban kejahatan berbasis AI, atau justru terjerumus menjadi pelakunya.

“Adik-adik itu berpotensi untuk menjadi korban kejahatan di bidang AI, berpotensi juga menjadi pelaku. Nah untuk itu kita cegah, kita mitigasi dengan cara seperti ini,” ujar Indarto, Selasa, 21 Juli 2026.

Pernyataan itu bukan retorika semata. Di balik program ToT ini tersimpan target yang, menurut Indarto sendiri, tergolong fantastik: 10 juta pelajar harus terjangkau oleh edukasi AI yang aman, etis, dan bertanggung jawab.

Angka itu tidak akan tercapai dengan cara konvensional. Polri memilih strategi berlapis—melatih para pelatih terlebih dahulu, lalu mengandalkan mereka sebagai ujung tombak edukasi di lapangan. Model ToT seperti ini terbukti efektif dalam skema penyebaran pengetahuan besar-besaran karena efek multiplikasinya: satu trainer yang terlatih dapat menjangkau ratusan siswa di sekolahnya masing-masing.



Follow Widget