BERITA TERKINI
PUNGGAWANETWORK

Tren serupa juga tengah didorong oleh korporasi teknologi asal Amerika Serikat. Honeywell, raksasa industri yang telah lama berkecimpung di sektor rekayasa kimia, turut memperkenalkan inovasi serupa yang memungkinkan batu bara diolah menjadi bahan baku plastik melalui pendekatan dua tahap. Untuk memperkuat komitmen tersebut, perusahaan ini bahkan mendirikan fasilitas produksi baru di kawasan sekitar Shanghai, China, sebagai basis pengembangan dan komersialisasi teknologi dimaksud.

Proses yang dikembangkan Honeywell berjalan dalam dua fase utama. Pertama, batu bara atau gas alam dikonversi menjadi metanol. Selanjutnya, metanol tersebut diproses melalui teknologi Methanol-to-Olefins atau MTO untuk menghasilkan olefin yang siap diolah menjadi berbagai produk plastik. Rajeev Gautam, Presiden dan CEO divisi Performance Materials and Technologies Honeywell, menegaskan bahwa teknologi ini bersifat strategis bagi negara-negara yang kaya sumber daya batu bara namun harus mengimpor minyak bumi untuk kebutuhan industri kimianya.

Sejak pertama kali diperkenalkan pada 2013, teknologi MTO terus mendapatkan momentum seiring meningkatnya permintaan global terhadap etilena dan propilena yang tumbuh konsisten empat hingga lima persen per tahun. Honeywell mencatat telah melisensikan delapan unit MTO di China dalam tiga tahun terakhir, mencerminkan besarnya animo industri terhadap jalur produksi alternatif ini.

Secara keseluruhan, investasi China dalam pengolahan batu bara menjadi bahan kimia diperkirakan akan menembus angka 100 miliar dolar Amerika Serikat. Dengan skala investasi sebesar itu, China berpeluang besar mengonsolidasikan posisinya sebagai kekuatan dominan industri plastik dan kimia dunia dalam satu dekade ke depan, sekaligus memimpin transisi global menuju produksi bahan kimia yang lebih berkelanjutan dan tidak lagi dikendalikan oleh fluktuasi harga minyak bumi.



Follow Widget