PUNGGAWATECH, – Tren perangkat kesehatan pintar kini makin terjangkau. Perangkat wearable berbentuk gelang pintar atau smartband terus mengalami lonjakan minat di kalangan konsumen Indonesia berkat kemampuannya memantau berbagai metrik kesehatan dan kebugaran tanpa menguras kantong.

Berbeda dengan smartwatch yang kerap dibanderol dengan harga jutaan rupiah, smartband menawarkan alternatif ekonomis dengan tetap menghadirkan fungsi-fungsi esensial. Mulai dari penghitung langkah kaki, sensor detak jantung, analisis pola tidur, hingga berbagai mode latihan olahraga—semuanya dapat diakses langsung dari pergelangan tangan pengguna.

Xiaomi Masih Dominan di Segmen Budget

Di rentang harga Rp 200-300 ribu, Xiaomi Smart Band 8 Active mencuri perhatian dengan banderol sekitar Rp 299 ribu. Keunggulan utama perangkat ini terletak pada layar AMOLED yang menawarkan kecerahan tinggi dan respons sentuh yang baik, bahkan saat digunakan di bawah sinar matahari langsung.

Fitur unggulan meliputi sensor pemantau detak jantung kontinu, pengukur saturasi oksigen darah (SpO₂), dan dukungan terhadap lebih dari 50 jenis aktivitas olahraga. Bobotnya yang ringan membuat perangkat ini nyaman dikenakan seharian penuh, menjadikannya investasi cerdas bagi pengguna yang mencari nilai maksimal.

Kompetitor Lokal Tawarkan Alternatif Menarik

Aolon GTS Ultra hadir sebagai pesaing dengan proposisi nilai berbeda. Dibanderol sekitar Rp 275 ribu, smartband ini mengusung layar TFT berukuran lebih besar yang memudahkan pembacaan data statistik dan notifikasi masuk.

Keunggulan lainnya adalah daya tahan baterai hingga 15 hari pemakaian reguler serta sertifikasi tahan air IP67 yang membuatnya cocok untuk berbagai aktivitas outdoor. Dengan dukungan lebih dari 50 mode olahraga, perangkat ini menyasar pengguna aktif yang membutuhkan pendamping latihan andal namun hemat biaya.

Smartwatch Murah sebagai Opsi Hybrid

Beberapa produsen juga menawarkan smartwatch entry-level yang memiliki fungsi serupa smartband dengan fitur tambahan. Goojodoq FB032, misalnya, tersedia mulai Rp 159 ribu dan sudah dilengkapi dengan monitoring detak jantung, beragam mode olahraga, serta perlindungan IP68 terhadap air dan debu.

Infinix Watch XW3 menjadi pilihan lain dengan harga sekitar Rp 269 ribu. Layar seluas 2,01 inci memberikan pengalaman visual yang lebih lapang untuk kategori harga tersebut. Fitur kesehatan seperti monitor detak jantung, SpO₂, analisis tidur, dan pelacakan pernapasan turut disematkan dalam perangkat ini.

Pertimbangan Saat Memilih

Meski terjangkau, smartband di segmen ini tetap mampu menjalankan fungsi utama: pencatatan langkah harian, pemantauan jantung real-time, evaluasi kualitas tidur, dan sinkronisasi notifikasi smartphone. Memang tidak semua model menyediakan GPS terintegrasi atau fitur panggilan Bluetooth, namun untuk kebutuhan dasar pelacakan aktivitas dan kesehatan, perangkat-perangkat ini sudah sangat memadai.

Para calon pembeli disarankan mempertimbangkan beberapa aspek teknis: teknologi layar yang menentukan kenyamanan visual di berbagai kondisi cahaya, kapasitas baterai yang berpengaruh pada frekuensi pengisian daya, serta kelengkapan sensor dan variasi mode olahraga yang disesuaikan dengan pola aktivitas sehari-hari.

Dengan makin banyaknya opsi smartband berkualitas di kisaran Rp 200 ribu, konsumen Indonesia kini memiliki keleluasaan lebih besar untuk menjaga kesehatan dan kebugaran tanpa beban finansial berlebihan. Entah untuk keperluan monitoring kesehatan rutin, pendampingan olahraga, atau sekadar menerima notifikasi cepat, pasar smartband murah telah membuktikan bahwa teknologi kesehatan pintar tidak lagi menjadi barang mewah.