Angka-angka di balik fitur ini pun cukup mengejutkan. Data internal Threads yang dikutip TechCrunch mencatat sekitar 350 juta pesan dikirimkan setiap minggu oleh pengguna di seluruh dunia sejak awal 2026. Tren ini membuktikan bahwa fitur perpesanan bukan sekadar tambahan, melainkan sudah menjadi kebutuhan inti pengguna platform.
Tak berhenti di situ, Threads juga memperkenalkan fitur baru bernama “Live Chats”—sebuah ruang obrolan komunitas berbasis real-time. Hingga 150 peserta dapat bergabung sekaligus, bertukar teks dan media dalam satu sesi percakapan yang berlangsung langsung.
Langkah ini menandai pergeseran strategi Threads yang semakin serius menggarap segmen komunikasi komunitas, bukan hanya timeline berbasis teks. Jika sebelumnya Threads kerap dibandingkan dengan X (Twitter), kini platform ini mulai membentuk identitasnya sendiri yang lebih interaktif.
Dengan dua peluncuran fitur sekaligus, Meta seperti ingin mengirim sinyal kuat: Threads bukan platform yang berjalan di tempat. Pembaruan yang datang bertahap ini mencerminkan respons nyata terhadap masukan pengguna, sekaligus upaya mempertahankan mereka agar tidak beralih ke platform lain.


Tinggalkan Balasan