BERITA TERKINI
PUNGGAWANETWORK

Pakar keamanan siber Kaspersky, Dmitry Kalinin, menjelaskan mekanisme kerja malware ini secara lebih rinci. “Ia menganalisis teks dalam gambar yang tersimpan menggunakan modul pengenalan karakter optik. Jika penyerang menemukan kata kunci yang relevan, ia mengirimkan gambar tersebut ke penyerang,” terang Dmitry.

Dibandingkan versi pendahulunya, SparkCat generasi terbaru untuk Android hadir dengan sejumlah lapisan penyamaran yang jauh lebih kompleks. Teknik seperti virtualisasi kode dan penggunaan bahasa pemrograman lintas platform turut diterapkan, sebuah metode yang terbilang sangat jarang dijumpai pada malware berbasis perangkat mobile. Sementara itu, varian yang menyasar pengguna iOS mengambil cara yang sedikit berbeda, yakni dengan membidik frasa mnemonik dompet kripto yang tersimpan dalam bahasa Inggris. Pendekatan ini dinilai berpotensi memperluas jangkauan serangan secara signifikan, mengingat bahasa Inggris digunakan secara global.

Kalinin juga menegaskan adanya keterkaitan erat antara kampanye malware terkini dengan serangan sebelumnya. “Mengingat kesamaan antara sampel saat ini dan yang sebelumnya, kami percaya bahwa pengembang versi malware baru ini adalah orang yang sama. Kampanye ini sekali lagi menggarisbawahi pentingnya menggunakan solusi keamanan untuk ponsel pintar agar tetap terlindungi dari berbagai ancaman siber,” tegasnya.

Kaspersky menyatakan pihaknya telah melaporkan seluruh aplikasi berbahaya yang berhasil diidentifikasi kepada Google maupun Apple guna segera ditindaklanjuti. Masyarakat diimbau untuk senantiasa berhati-hati dalam mengunduh aplikasi, meski berasal dari platform resmi sekalipun, serta memastikan perangkat mereka terlindungi oleh solusi keamanan yang mutakhir.



Follow Widget