PUNGGAWATECH – Pasar tablet Indonesia kembali diramaikan dengan kehadiran produk terbaru dari Infinix yang menawarkan konsep premium dengan harga yang cukup tinggi untuk standar merek tersebut. Infinix XPAD Edge, demikian nama tablet ini, dipasarkan di kisaran harga Rp3-4 juta, memposisikan dirinya sebagai perangkat kelas menengah atas.

Paket Pembelian yang Menggiurkan

Salah satu keunggulan utama yang langsung terasa adalah kelengkapan paket pembeliannya. Berbeda dengan kompetitor di kelasnya, Infinix menyertakan keyboard case sebagai aksesori bawaan dalam satu paket pembelian. Keyboard case ini hadir dengan desain berwarna krem kecoklatan (beige) yang memberikan kesan premium, dilengkapi dengan trackpad yang responsif dan travel distance tombol yang nyaman untuk mengetik.

Meski demikian, pemilihan warna terang ini memiliki konsekuensi tersendiri – mudah kotor dan memerlukan perawatan ekstra. Selain itu, pengguna perlu beradaptasi karena trackpad yang sensitif kerap terpencet tidak sengaja saat mengetik, dan hingga kini belum ditemukan shortcut untuk menonaktifkan sementara fitur trackpad tersebut.

Desain Premium dengan Konstruksi Solid

Dari segi desain fisik, XPAD Edge menjadi tablet Infinix dengan kesan paling premium hingga saat ini. Bodi full metal yang tipis dikombinasikan dengan bobot ringan menjadikan tablet berukuran besar ini tetap nyaman dibawa kemana-mana tanpa menimbulkan pegal.

Layar seluas 13,2 inci dengan panel IPS LCD beresolusi 2,4K memiliki bezel tipis di keempat sisinya, menghadirkan pengalaman visual yang luas. Namun, beberapa aspek layar masih menyisakan ruang perbaikan. Refresh rate yang terbatas di 60Hz membuat gerakan visual terasa kurang halus, sementara viewing angle yang kurang optimal menghasilkan perubahan warna ketika layar dilihat dari sudut miring.

Kelemahan di Sektor Multimedia

Kejutan kurang menyenangkan datang dari level keamanan Widevine yang masih di L3, bukan L1. Implikasinya, layanan streaming seperti Netflix tidak dapat menampilkan konten dalam kualitas HD. Ditambah lagi, layar tidak mendukung HDR10, menjadi catatan penting bagi konsumen yang mengutamakan pengalaman multimedia berkualitas tinggi.

Performa: Bukan untuk Gaming Berat

Pilihan chipset Snapdragon 685 di tablet berharga nyaris Rp4 juta menuai pertanyaan. Chipset ini secara performa masih berada di bawah MediaTek Helio G100, dengan skor AnTuTu v11 sekitar 500 ribu poin.

Untuk kebutuhan multitasking dan produktivitas sehari-hari, kombinasi RAM 8GB dan storage 256GB UFS 2.2 masih memberikan performa memadai. Namun untuk gaming berat seperti Genshin Impact, tablet ini kewalahan. Mobile Legends masih dapat dimainkan dengan grafis menengah ke bawah, namun game AAA jelas bukan wilayahnya.

Kekuatan di Produktivitas

Justru di sektor produktivitas, XPAD Edge menunjukkan taringnya. Layar luas sangat membantu untuk multitasking dan membaca dokumen panjang. Fitur Infinix AI yang terintegrasi memudahkan penerjemahan artikel berbahasa asing, meringkas konten, dan membuat poin-poin penting – sangat berguna bagi pekerja kantoran dan mahasiswa.

Stylus Infinix X-Pen 2.0 yang dijual terpisah seharga Rp300 ribu menjadi aksesori pendukung produktivitas terbaik. Dengan palm rejection, hovering, dan feel seperti menulis di kertas, stylus ini cocok untuk desainer grafis dan mereka yang sering membuat sketsa digital. Sayangnya, aplikasi WPS Office yang tersedia masih versi mobile, bukan PC level.

Audio dan Baterai: Standar, Tidak Istimewa

Empat speaker (quad speaker) yang diusung ternyata memberikan hasil di bawah ekspektasi. Efek stereo kurang terasa meski volume output cukup keras.

Baterai 8.100 mAh mampu bertahan sekitar 6 jam penggunaan YouTube dengan brightness tinggi menggunakan WiFi (konsumsi 62%), atau lebih boros saat menggunakan data seluler (konsumsi 80%). Pengisian daya dengan kecepatan maksimal 18W memerlukan waktu sekitar 2,5 jam untuk pengisian penuh dari 0%.

Tablet ini mendukung single SIM 4G dan slot microSD hingga 2TB, memberikan fleksibilitas mobilitas dan penyimpanan.

Kesimpulan: Tunggu Harga Turun

Infinix XPAD Edge menawarkan pengalaman premium yang solid untuk produktivitas, dengan keyboard case berkualitas, stylus responsif, dan layar luas yang nyaman. Namun dengan chipset Snapdragon 685 dan beberapa keterbatasan di sektor multimedia, harga Rp4 juta terasa cukup tinggi.

Rekomendasi terbaik adalah menunggu hingga harga turun ke kisaran Rp3 jutaan, di mana nilai yang ditawarkan akan lebih proporsional. Bagi konsumen yang membutuhkan tablet produktivitas dengan kesan premium dan tidak terlalu memprioritaskan gaming atau streaming HD, XPAD Edge layak dipertimbangkan – terutama jika mendapat bundling gratis stylus X-Pen 2.0.

Tablet ini jelas bukan untuk gamer berat, melainkan ditujukan untuk profesional, mahasiswa, dan kreator konten yang membutuhkan perangkat mobile untuk produktivitas sehari-hari.