BRIN juga memastikan dukungan tidak hanya berhenti pada pemberian hadiah simbolis. Lembaga ini berkomitmen membiayai proyek riset yang akan diajukan Firoos di masa depan. Pendanaan tersebut diharapkan menjadi pintu masuk bagi pengembangan kapasitas riset sejak usia dini.
Sekolah Firoos, SMP IT Aalamy Subang, turut dilibatkan dalam proses ini. Pihak sekolah diminta mengawal penyusunan proposal agar sesuai standar ilmiah dan kebutuhan riset nasional. Keterlibatan sekolah dianggap penting untuk menjaga kesinambungan pembinaan akademik siswa.
Selain dukungan finansial, BRIN juga akan mempertemukan Firoos dengan para peneliti senior. Program pendampingan ini dirancang agar ia mendapatkan bimbingan langsung dari para ahli, sekaligus memahami ekosistem riset profesional. Pendekatan ini dinilai penting untuk mempercepat proses belajar dan meningkatkan kualitas hasil penelitian.
Arif menegaskan, BRIN membuka ruang seluas-luasnya bagi talenta muda seperti Firoos. Ia berharap lebih banyak siswa Indonesia berani terlibat dalam riset sejak dini, terutama di bidang strategis seperti keamanan siber. Menurutnya, kontribusi anak muda dapat menjadi salah satu pilar penting dalam penguatan inovasi nasional.


Tinggalkan Balasan