BERITA TERKINI
PUNGGAWANETWORK

Lebih jauh, teknologi digital turut membentuk cara masyarakat global memahami berbagai isu internasional, mulai dari konflik hingga kebijakan luar negeri. Narasi yang berkembang di media sosial kerap memengaruhi persepsi publik terhadap suatu negara atau peristiwa. Dalam situasi ini, pengendalian arus informasi menjadi krusial karena berkaitan langsung dengan pembentukan opini dan arah dinamika politik global.

Di Indonesia, fenomena ini tercermin dalam perdebatan mengenai regulasi platform digital seperti TikTok. Kepemilikan platform oleh perusahaan global seperti ByteDance memunculkan isu yang tidak hanya bersifat domestik, tetapi juga menyentuh aspek hubungan internasional, termasuk keamanan data dan kedaulatan digital. Diskursus ini menunjukkan bahwa kebijakan teknologi kini tidak dapat dilepaskan dari konteks geopolitik yang lebih luas.

Kehadiran perusahaan teknologi sebagai aktor global sekaligus membuka ruang baru bagi masyarakat sipil. Melalui kampanye daring dan gerakan sosial lintas negara, publik kini memiliki akses lebih besar untuk terlibat dalam isu-isu global. Partisipasi ini memperkuat peran non-negara dalam membentuk agenda internasional.

Dengan demikian, era digital telah mentransformasi struktur dan praktik hubungan internasional. Media dan teknologi tidak lagi berada di pinggiran, melainkan menjadi bagian inti dari dinamika kekuasaan global. Karena itu, kajian hubungan internasional masa kini dituntut untuk mengakomodasi peran teknologi dan platform digital sebagai aktor baru yang menentukan arah politik dunia.



Follow Widget