BERITA TERKINI
PUNGGAWANETWORK

Kemampuan itu dipamerkan langsung dalam World Artificial Intelligence Conference 2026 di Shanghai. Galbot G1, robot humanoid buatan perusahaan Wang, tampil menyiapkan sarapan: memanggang roti, menuangkan minuman, dan menata meja. Bukan sekadar demonstrasi terpogram.

Para penonton kemudian menguji batas kemampuan robot itu. Mereka memindahkan roti, menggeser ketel, mengubah posisi cangkir dan piring, bahkan menutup cangkir dengan tangan. Galbot G1 tidak berhenti atau kebingungan. Dalam hitungan milidetik, robot mendeteksi ulang posisi setiap benda, menyusun ulang jalur geraknya, dan melanjutkan tugas tanpa jeda.

Wang menjelaskan bahwa kemampuan itu terwujud karena robot dilengkapi sistem terpadu yang bekerja seperti “otak besar dan otak kecil” secara bersamaan—model yang mampu memahami instruksi sekaligus mengendalikan gerakan fisik secara presisi. Pendekatan ini, menurutnya, menjadi salah satu jalur untuk mendorong robot humanoid menuju titik balik kecerdasan umum buatan, atau AGI—AI yang bisa memahami dan mengerjakan berbagai jenis tugas, bukan hanya satu fungsi spesifik.

Sementara itu, angka produksi robot humanoid di China melonjak drastis. Wakil Menteri Perindustrian dan Teknologi Informasi China, Ke Jixin, mengungkapkan bahwa produksi tahun lalu mencapai sekitar 20.000 unit. Angka itu sudah terlampaui hanya dalam semester pertama tahun ini, dengan lebih dari 40.000 unit yang telah diproduksi—dan diperkirakan menembus 100.000 unit hingga akhir tahun.

Jika proyeksi itu terpenuhi, produksi tahun ini menjadi lima kali lipat dibanding tahun lalu. Lonjakan yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam industri ini.



Follow Widget