Namun Ke mengingatkan bahwa lonjakan angka produksi tidak otomatis berarti industrinya sudah matang. Ada jarak besar antara memperbanyak unit dan membangun ekosistem yang benar-benar siap pakai secara massal.
Xie Shaofeng, Ketua Komite Teknis Standardisasi Robot Humanoid dan Kecerdasan Berwujud sekaligus Ketua OpenAtom Foundation, menyebut tiga tantangan utama yang tengah menghadang. Pertama, jalur teknologi antarperusahaan terlalu berbeda satu sama lain. Kedua, standar produk masih sangat minim. Ketiga, tuntutan pembangunan berkelanjutan semakin besar dan tidak bisa diabaikan.
Ke memperkirakan dua hingga tiga tahun ke depan akan menjadi masa penentu. Industri mulai bergerak dari fase purwarupa dan pertunjukan teknologi menuju pengiriman produk dalam jumlah besar kepada pengguna nyata.
Namun ketika skala produksi membesar hingga puluhan ribu unit, persoalan baru ikut bermunculan. Ketidakcocokan antarkomponen dari produsen berbeda, perbedaan metode pengujian, dan ketidakjelasan batas keselamatan bisa membengkak menjadi masalah biaya, inefisiensi, dan—yang paling krusial—hilangnya kepercayaan pasar.
Karena itu, peningkatan skala bukan semata soal memperbanyak produksi. Komponen dari berbagai perusahaan harus bisa saling bekerja sama, dan kinerja robot perlu bisa dibandingkan secara objektif. Tanpa standar yang jelas, pembeli tidak punya acuan, dan pasar tidak bisa berkembang sehat.


Tinggalkan Balasan