Membandingkan konten dengan pemberitaan dari media kredibel juga menjadi kunci. Jika sebuah peristiwa benar-benar terjadi dan signifikan, hampir pasti sudah diliput oleh banyak media. Ketika sebuah video viral tapi tidak ada satu pun media mainstream yang memberitakannya, itu adalah sinyal bahaya.
Fifi juga menyampaikan pesan yang lebih luas tentang peran ruang digital dalam kehidupan demokrasi. Ia mengakui bahwa perbedaan pendapat adalah hal yang wajar dan sah dalam sistem demokrasi. Namun penyebaran informasi yang tidak benar adalah ancaman yang berbeda—bukan ekspresi pendapat, melainkan potensi kerusakan sosial.
“Ruang digital harus menjadi ruang yang sehat,” tegasnya. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga agar internet dan media sosial tetap menjadi ruang yang informatif, damai, dan bertanggung jawab—bukan arena yang memperburuk perpecahan.
Di sisi kelembagaan, Komdigi menyatakan tidak tinggal diam. Kementerian ini memastikan terus memantau perkembangan isu di ruang digital secara aktif. Pemantauan itu dilakukan bersama dengan berbagai pihak, mulai dari kementerian dan lembaga pemerintah lain, platform digital, media massa, hingga komunitas pemeriksa fakta independen.
Kolaborasi lintas sektor ini dinilai penting karena tantangan literasi digital tidak bisa diselesaikan oleh satu pihak saja. Platform digital memiliki peran dalam membatasi penyebaran konten menyesatkan melalui mekanisme internal mereka. Media massa bertugas menyajikan informasi yang akurat dan terverifikasi. Sementara komunitas pemeriksa fakta menjadi garda terdepan dalam membongkar hoaks.


Tinggalkan Balasan