Dari sisi penggunaan, MacBook Neo masih mampu menjalankan aktivitas harian seperti browsing, pengolahan dokumen, hingga pengeditan video ringan. Aplikasi seperti CapCut dan Final Cut Pro dapat berjalan, meski pada proyek berat performanya tidak secepat lini MacBook dengan chip seri M. Pada beban kerja tinggi, proses rendering membutuhkan waktu lebih lama dibandingkan perangkat kelas atas Apple.
Namun demikian, keunggulan MacBook Neo terlihat pada efisiensi sistemnya. Meski hanya dibekali RAM 8 GB, perangkat ini tetap mampu menjalankan beberapa aplikasi secara bersamaan tanpa mengalami crash signifikan. Aktivitas multitasking masih dapat dilakukan dengan stabil untuk kebutuhan umum.
Di sisi lain, keterbatasan juga cukup jelas terlihat. Laptop ini tidak dilengkapi keyboard backlit, yang membuat penggunaan di kondisi gelap menjadi kurang nyaman. Selain itu, performa grafis dan dukungan game juga terbatas, mengingat ekosistem macOS tidak seluas Windows dalam urusan gaming.
Speaker dan kualitas audio menjadi salah satu aspek yang justru mendapat pujian. Suara yang dihasilkan dinilai lebih kaya dan detail dibandingkan banyak laptop Windows di kelas harga serupa, bahkan sebagian di atasnya. Hal ini memperkuat reputasi Apple dalam sektor audio laptop.


Tinggalkan Balasan