BERITA TERKINI
PUNGGAWANETWORK

MAKASSAR, PUNGGAWATECH – Dunia robot humanoid sedang berdiri di ambang babak baru. Para ahli memperkirakan teknologi ini akan mencapai titik ledak popularitasnya—semacam “momen ChatGPT”—pada akhir 2028, saat robot tak lagi sekadar pajangan laboratorium, melainkan benar-benar hadir dalam kehidupan nyata dengan fungsi yang langsung terasa manfaatnya.

Proyeksi itu bukan sekadar spekulasi. Wang He, pendiri sekaligus Direktur Teknologi Galbot Co Ltd, menyampaikan perkiraan tersebut berdasarkan dua faktor konkret: laju pengumpulan data yang semakin masif dan kecenderungan konvergensi model, yakni kemampuan untuk menyatukan berbagai fungsi kecerdasan buatan dalam satu sistem terpadu.

“Momen ChatGPT” sendiri adalah analogi untuk menggambarkan saat sebuah teknologi meledak ke permukaan—dari yang semula hanya dikenal segelintir orang menjadi sesuatu yang tiba-tiba dipahami dan digunakan jutaan orang. Bagi robot humanoid, itu berarti transisi dari pameran teknologi menuju kehadiran nyata di dapur, gudang, atau ruang kerja.

Kunci dari lompatan itu, menurut Wang, terletak pada model pralatih yang kuat dan efisiensi pelatihan lanjutan. Model dasar kecerdasan buatan berwujud yang dilatih dengan data besar dan lengkap berpotensi mencapai tingkat keberhasilan 70 hingga 80 persen saat mengerjakan tugas yang belum pernah secara khusus dilatih sebelumnya. Angka itu terbilang signifikan dalam dunia robotik yang selama ini masih sangat bergantung pada pemrograman tugas per tugas.

Kecerdasan buatan berwujud sendiri adalah AI yang tidak bekerja di balik layar komputer, melainkan melalui perangkat fisik seperti robot—yang mampu mengenali lingkungan sekitarnya dan mengambil tindakan secara mandiri.



Follow Widget