BERITA TERKINI
PUNGGAWANETWORK

Di sisi lain, media sosial kini telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sosial, termasuk bagi anak-anak. Platform digital tidak hanya dimanfaatkan sebagai sarana hiburan, tetapi juga sebagai medium belajar dan pengembangan kreativitas. Kekhawatiran pun muncul bahwa pembatasan yang terlalu ketat berpotensi menghambat proses adaptasi generasi muda terhadap realitas digital yang terus berkembang.

Namun, pemerintah tetap menilai urgensi kebijakan ini tidak dapat diabaikan. Ancaman nyata seperti konten ilegal, penyalahgunaan teknologi kecerdasan buatan (AI), serta praktik perundungan siber menjadi risiko besar bagi anak-anak yang belum memiliki literasi digital memadai.

Kebijakan ini pada akhirnya memperlihatkan dilema klasik antara perlindungan dan pengembangan. Di satu sisi, negara berkewajiban melindungi generasi muda dari bahaya digital. Di sisi lain, pembatasan berlebihan berpotensi menghambat kesiapan mereka menghadapi dunia yang kian terdigitalisasi.

Karena itu, sejumlah kalangan menilai solusi tidak cukup berhenti pada pembatasan akses. Penguatan pendidikan literasi digital secara berkelanjutan dinilai menjadi kunci utama. Tujuannya bukan hanya menjaga anak dari risiko dunia maya, tetapi juga membekali mereka dengan kemampuan untuk hidup, beradaptasi, dan berkembang secara aman di dalamnya.



Follow Widget